Bukan Film Cinta
“Amin?” tanya film itu. Dan hati masing-masing penonton pun menjawab.
Tampaknya itulah penutup yang adil untuk film seperti Cin(t)a, yang mencoba berbicara tentang cinta dan Tuhan, dua hal yang belum — mungkin tak akan — pernah selesai diperbincangkan. Pada satu titik tertentu dalam persoalan cinta, juga Tuhan, manusia akan menyadari keberadaan realitas yang transenden, yang belum — mungkin juga tak akan — pernah bisa terengkuh masuk sepenuhnya ke dalam alam sadar.
Entah kenapa, ketidakmampuan manusia memahami realitas secara utuh hampir selalu berujung pada kegelisahan, dan juga terkadang, kesedihan. Dalam beberapa kali pengalaman
Homo Senilis
Puncak Syarif, Merbabu. Foto-foto lain klik di sini.
Anda Lebaran dimana tahun ini? Saya di puncak Merbabu. Meski dalam perjalanan pulang sempat tersesat sendirian hingga harus babat alas tanpa parang, berkat bantuan seorang teman saya tetap bisa selamat sampai basecamp Thekelan.
Lebaran biasanya identik dengan silaturahmi dan maaf-maafan. Maka saya anggap saja Lebaran di Merbabu sebagai simbol pendamaian (kembali) antara manusia dengan alam. Klise?
Memang.
Ingatlah ba
Not enough data.
Calculated for blogs with 20+ followers.
Questions? contact: networkedblogs@ninua.com
Copyright (C) 2008, Ninua, Inc.