Yang Lucu dari Kunjungan ke PMI kemarin :D
Cerita lucu Yang tertinggal dari Kunjungan ke PMI kemarin.
Sebetulnya gak penting sih, cuma lucu aja. Dan ada inspiring story inside this.
Ceritanya meeting mulai jam 10. Saya brangkat dari rumah pagi banget, meski sempet nyari donor dulu buat bagas. Nyampe bekasi barat, masih aman2 aja tuh. Tiba-tiba dihubungi oleh seorang sahabat BFL, yang ngasih kabar kalo dia gak bisa nemenin saya ke PMI. Arrgghhh… mellow sangad, secara saya ngerasa bener2 sendiri ngejalanin ini. Pengen ngejerit, tapi gak mungkin juga, wong saya sendiri yang nyari2 “susah” kok, gak boleh
SMS yang menguatkan…
Kemarin, saya ke RS, dan menghabiskan waktu berjam-jam disana. Gak tahu kenapa nih… lagi-lagi kolik perut ini membuat saya harus bolak balik ke RS dan menjalani serangkaian pemeriksaan lagi.
Melelahkan???? Banget!
Tapi kalo dipikirin terus, ya ndak bakal sembuh, malah tambah berat rasanya. Jadi saya mencoba melihat dari sisi positifnya aja. Sakit yang sekarang tiba-tba serasa menyerang dari segala penjuru, justru membuat hubungan saya dan suami menjadi lebih mesra dan lebih dekat.
Saya juga masih bercanda dan tertawa-tawa dengan dokter ahli bedah digestive saya, yang sebelumnya sudah mengoperasi saya januari 2009 ini. Beliau bilang begini,
“heran
To Dream The Impossible Dream…
Dear All,
Saya sedang berada di ujung segala rasa yang bercampur aduk jadi satu, jadi ijinkan saya melow-melow sejenak. Pengen numpahin segala rasa… berbagi cerita, bagaimana segala perjuangan, keringat dan air mata, akhirnya berwujud menjadi sebuah mimpi yang dulu tidak pernah terbayang bakal menjadi kenyataan…
Dulu, sejak kecil, saya pernah bermimpi menjadi penulis buku yang terkenal, yang bukunya bisa menginspirasi hidup banyak orang, dan dipajang dirak-rak, seperti koleksi buku papa saya. Namun ketika itu, rasanya terlalu muluk untuk bermimpi seperti itu. Who am I anyway…
Satu lomba menulis yang diadakan oleh keuskupan agung di wila
Love Me Like There’s No Tomorrow…
PS: Artikel panjang allert. Take your time to read, if you want to get the point. With love, -Sil-
* * *
Sepasang suami istri sedang bercakap-cakap ketika tiba-tiba si istri menjerit kesakitan memegangi perut bawahnya… lalu dengan tenaga yang masih tersisa, si istri berlari ke toilet, dan lagi-lagi disana, si istri menjerit setengah menangis ketakutan.
Sang suami menyusul… dan dihadapannya kini, duduk si istri yang dengan tangan yang gemeteran, memperlihatkan gumpalan darah hitam yang kini berada diujung jemari lentik istrinya.
Rupanya tadi ketika menyeka (maaf)
Love Me Like There’s No Tomorrow…
PS: Artikel panjang allert. Take your time to read, if you want to get the point. With love, -Sil-
* * *
Sepasang suami istri sedang bercakap-cakap ketika tiba-tiba si istri menjerit kesakitan memegangi perut bawahnya… lalu dengan tenaga yang masih tersisa, si istri berlari ke toilet, dan lagi-lagi disana, si istri menjerit setengah menangis ketakutan.
Sang suami menyusul… dan dihadapannya kini, duduk si istri yang dengan tangan yang gemeteran, memperlihatkan gumpalan darah hitam yang kini berada diujung jemari lentik istrinya.
Rupanya tadi ketika menyeka (maaf)