Click 'Connect with Facebook' to join NetworkedBlogs. NetworkedBlogs is a community of bloggers and blog lovers. Join the fun, add your blog, and connect with others who read and write about subjects you like.
siang terik
angin ini semilir
berhembus konstan dari jendela coklat berkaca gelap
tetap saja gerah
apa harusku telanjang?
sedang menyelam di lubuk dalam
pun takut tenggelam
kemanakah renai?
rinduku pada bulirnya melambai
kupu-kupu origami berputar ditempa lampu redup kamar
membentuk siluet terpantul ditepian sarang laba-laba nakal
di seutas benang mereka riang
sedang yang bebas tak bisa melayang
cih! senja.. senja!
berapa banyak keringat tertetes untuk sampai padamu?
dan mati di pagi terlalu sayang di jumpai
lihat berapa bnyk yg bertahan tuk mengucap selamat tinggal pada raja siang
sesampai
katakan saja
belenggu kaku,
tentang galau akan rindu .
Dulu secuil, kini menjamah darah.
Mengurat, mengalir, memerah.
Nadamu kelu
terucap satu satu,
kau terpaku.
aku bisu.
Kenapa tak kau sibak saja renjana timur?
timbang mendengkur.
biarkan pengap menggelap,
semakin kalap?
Ah, andai saja marsoninna meluruhkan semua daun.
dan ranting-ranting telanjang kepanasan melamun.
kau malu, aku mau.
ingin kuloncati saja pulau-pulau..
melepas hasrat yang tertunda 3 musim..
Marlboro 18 B, 20 Oktober 2009
11:11 +8 GMT
pagi biru
langit biru
sepoi angin tajam
matari sungsang
lembut kabut
runtuh
aku tertelan
gundah
serapah
kegerahan di pagi
Posted in It ends tonight
trotoar pagi ini
senada hiruk mengusik liang kupingku
saat kususuri trotoar lusuh, sepagi ini.
tak ada serapah kurasa, dimana mereka serentak pergi..
sedang aku berjalan pulang ke ranjang..
dan itu, semendung kabut menghantar
aroma getir perjalanan yang membuat beberapa nyawa memilih berakhir di seutas tali
di pohon Serut, bahkan Trembesi..
malah ada yang berharap suntik mati dengan modal belati di pasar
sepi! sepi..
sisa aroma kemenyan semalam..
masih terendus di perut-perut buncit itu juragan disana..
tertawa lebar pada jalanan..
Pergilah ke Gunung Kawi seperti kami!
senada hiruk kian mengusik liang kupingku
gairah coklat
saat itu mendung,
lalu sekepak sayap kupu-kupu coklat menyentakku tepat di kepala. jendela ini terlalu lebar untuknya, atau angin mengantarkan?!
dia menari
meliuk tiga kali
dan hinggap di antara dua sawang kering
didekat lampu dia mengerling
nakal..
aku mulai menyukainya. agak binal saat meliuk, tahu kah kau erang desah polos dan sebenar membuatmu ejakulasi dini? bukan coklatnya. bahkan Poisoned Kissnya Liliana Sanchez lebih berwarna. padahal itu sudut tergelap di ruangan ini.
mengerling-pun lugu
serupa liana tumbuh terburu
membisuku, sedang kupu-kupu itu mulai berkuasa diruangku. padahal aku secara de fa
Questions? contact: networkedblogs@ninua.com
Copyright (C) 2008, Ninua, Inc.